Minggu, 19 September 2010 , 13:20:00 WIB

STUDI BANDING

Sama-sama Tak Sensitif, Pemerintah-DPR Berlomba-lomba dalam Plesiran

Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Jiayou Indonesia! RMOL. Keberangkatan anggota DPR ke luar negeri dengan dalih studi banding untuk memperkaya bahan dalam rangka pembahasan RUU telah mengundang kritik publik secara luas.

Tidak tanggung-tanggung dana sebesar Rp 170 miliar digelontorkan untuk mendanai plesiran para politisi itu.

Koordinator Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Ucok Khadafi menjelaskan dari penelusuran daftar isian penggunaan anggaran (DIPA) APBN DPR 2010, kesan bagi-bagi jatah plesiran sangat kentara. Pasalnya seluruh anggota Komisi I DPR memperoleh jatah bepergian keluar negeri, satu sampai tiga negara.

''Ketertarikan DPR ke luar negeri juga karena disuguhi uang harian yang menggiurkan antara Rp 20-25 juta per orang,'' ujar Ucok dalam jumpa pers di Bakul Cafe, Jalan Cikini Raya Jakarta Pusat (Minggu, 19/9).

Ia menambahkan hobi berlomba-lomba plesiran dengan menggunakan uang rakyat juga melanda pemerintah. Pasalnya dari hasil penelusuran DIPA APBN 2010 pada 13 Kementerian Negara, lembaga Kepresidenan memiliki pagu anggaran kunjungan luar negeri tertinggi senilai Rp 179 miliar.

''Sungguh elit pemerintah dan DPR tidak memiliki sensitivitas terhadap rakyatnya, uang rakyat yang dikeruk ternyata dihambur-hamburkan untuk plesiran ke luar
negeri,'' tegas Ucok. [zul]



Write A Comment