Minggu, 19 September 2010 , 14:48:00 WIB
Kasihan, Padi Petani Diserang Hama Tikus

RMOL. Hama tikus yang menyerang tanaman padi di Kompleks Persawahan Plepedan, Cinangsi Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mengakibatkan puluhan hektar tanaman padi rusak.
Tikus merusak batang padi muda yang baru berumur antara 30 hingga 50 hari. Batang padi yang koyak oleh gigitan tikus ini akhirnya mati.
Salah seorang petani yang ditemui Rakyat Merdeka Online, Minggu (19/9), Sudirman mengatakan, lahan padi yang dimilikinya ludes oleh serangan hama tikus. Dari 200 ubin (kurang lebih 2900 meter persegi) yang dimiliknya saat ini tinggal sepertiganya saja yang utuh.
Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk menanggulangi serangan tikus ini. Berbagai cara telah ditempuh. Antara lain dengan memberikan racun tikus, pengemposan belerang, dan berjaga malam. Namun serangan tikus tetap terjadi.
“Kami kesulitan menanggulanginya. Soalnya tikus menyerang malam hari. Di tumpas juga sulit,” tuturnya.
Menurut Sudirmann, tikus ini kemungkinan besar kekurangan pakan, sehingga menyerang tanaman padi yang masih muda. Padahal, tanaman padi muda ini belum berbuah. Biasanya, jelas Sudirman, tikus menyerang saat tanaman padi masuk fase pembuahan batang. “Istilah jawanya sedang meteng (hamil). Tapi ini belum meteng saja sudah diserang,” ujarnya.
Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Cinangsi, Supriyanto mengatakan di masa tanam (MT) III banyak petani yang tidak menanami sawahnya. Soalnya, petani takut kekurangan air, karena sifat sawah yang memang tadah hujan. Umur tanam yang tidak seragam ini mengakibatkan serangan tikus terkonsentrasi pada beberapa lokasi yang ditanami saja.
“Saat ini dari 250-an hektar sawah, yang ditanami padi berkisar separuhnya. Akibatnya tikus merajalela di lokasi yang berdekatan dengan hutan,” jelas Supriyanto.
Setelah MT III ini selesai, Gapoktan Cinangsi berencana melakukan gropyokan untuk mengurangi populasi tikus. Caranya, Gapoktan akan mengerahkan masyarakat pemilik lahan untuk bergotong-royong membongkar sarang tikus yang ada di sekitar areal persawahan. [dry]







